Tokoh Nasional Yang Pernah Jadi Tahanan Politik

Beberapa tokoh nasional juga sempat menjadi tahanan politik pada era sebelum kemerdekaan sampai dengan pasca kemerdekaan. Sangking lama nya mereka mendekam pada balk jeruji besi atau pengasingan, beberapa tokoh nasional ini bahkan menghembuskan nafas terakhirnya sebelum mereka bis amenghirup udara bebas, lalu, siapa saja sih tokoh tersebut? Yuk simak di bawah.

1.Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien telah menikah 2 kali dan kedua suaminya tersebut gugur di pertempuran. Ia pun melanjutkan perjuangan sendiri dengan bergerilya. Selama 6 tahun Belanda tidak bisa menankapnya. Panglima Perang Pang Laot yang merupakan kepercayaan dari Cut Nyak Dien pun melapor ke Belanda karena kasihan melihat kondisi kesehatannya yang makin tua, rabun, serta encok. Akhirnya Belanda pun menangkap dan mengasingkannya ke Jawa Barat sampai akhir hayat.

2.Mohammad Hatta

Mohammad Hatta

Mohammad hatta atau yang lebih dikenal dengan Bung Hatta melakukan altivitas politik semenjak ia masih berada di bangku kuliah pada Handels Hooge School Rotterdam di Belanda. Ia pun jadi ketrua perhimpunan Indonesia semenjak tahun 1926 sampai dengan 1930. Karena aktivitasnya ini, ia pun sempat di asingkan ke penjaga Den Haag di November 1927 serta dibebaskan di bulan Maret 1928. Aktivitas ini pun jadi inspirasi Sumpah Pemuda di tahun 28 Oktober 1928. Saat kembali ke Indonesia ia pun di penjara.

3.Tan Malaka

Tan Malaka

Tan Malaka yang dikenal dengan nama asli Ibrahim merupakan seorang tokoh kelahiran Sumatera Barat dan ia kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya di Belanda serta jadi salah satu penentang colonial Belanda. Akhirnya ia pun di asingkan ke Belanda di 1922. Setelah di asingkan, ia pun kembali ke Indonesia saat penjajahan Jepang. Ia terpaksa mengungsi ke luar negeri karena diburu oleh Belanda.

4.Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro

Pangeran Dipenegoro mengalami pengasingan karena menentang pemerintahan colonial Belanda. Awalnya saat Belanda mematok tanah milik Diponegoro yang ada di desa Tegalrejo. Sikapnya yang menentang Belanda secara terbuka mengundang simpati dan dukungan rakyat. Belanda pun harus membayar mahal pelawanan Diponegoro karena belasan ribu tentaranya tewas serta rugi 25 juta Gulden.

5.Sutan Sjahrir

Sutan Sjahrir

Sjahrir hidup pada pengasungan ke pengasingan rezim colonial yang diakibatkan oleh kegiatan politiknya pada PNI yang baru bersama hatta. Saat Jepang datang, ia pun dibebaskan dan ditunjuk menjadi perdana menteri. Ia juga sudah beberapa kali jadi ketua Delegasi Indonesia untuk berunding bersama Belanda. Namun, di tahun 1960 PSI pun bubar dan beberapa tokohnya serta termasuk dirinya karena dianggap terlibat di pemberontakkan PRRI. Ia pun meninggal sebagai tahanan politik di 1996.

Itulah beberapa nama tokoh nasional yang pernah di penjara. Semoga bermanfaat.