Mengenal Sejarah Kode Morse dan Penggunaannya

Saat ini kita biasanya akan mempelajari kode morse ketika mengikuti pramuka atau kegiatan organisasi penyelamatan lainnya. Mungkin mempelajari kode morse merupakan salah satu hal yang menyenangkan.

Kode morse sendiri merupakan sistem representasi huruf, angka, tanda baca, dan juga sinyal yang di dalamnya menggunakan titik dan juga garis. Titik dan garis ini disusun menyesuaikan dengan karakter tertentu yang terdapat di dalam alfabet atau pun sinyal tertentu yang sudah disepakati oleh para pengguna di seluruh dunia.

Penggunaan kode morse sendiri sudah ada sejak 1890 dan umumnya digunakan pada komunikasi radio. Saat digunakan melalui radio, titik, dan garis yang diwakili dengan serangkaian nada pendek dan juga panjang, ini disebut dengan dit dan dah oleh operator.

Pencipta kode morse adalah Samuel F.B, Morse. Tokoh yang lahir pada 27 April 1791. Penemu dari kode morse ini wafat di New York di tanggal 2 April 1872 dikarenakan penyakit pneumonia yang dideritanya. Morse harus meninggal ketika ia hampir menyentuh usia 81 tahun.

Ia adalah anak yang jenius, tetapi mulai dari ia kecil hingga tumbuh dewasa, kejeniusannya belum terlihat dan fokus bermain di situs slot online saja.

Ketertarikannya kepada kelistrikan mulai terlihat saat ini berkuliah di Yale College pada bidang teknologi listrik. Kala itu ia paling menyukai kuliah kelistrikan

Hal ini membuat morse menemukan telegraf dan dia pun mengajukan hak paten terhadap temuannya itu di tahun 1837. Saat itu alat telegraf yang Morse temukan memiliki sandi yang di dalamnya terdiri dari sandi titik dan garis yang melambangkan serangkaian angka dan ada kamus yang bisa mengkonversikan angka itu menjadi kata-kata. Selain itu ada pula seperangkat gigi gergaji yang dipakai Morse untuk mengirimkan sinyal.

Sejak itu lah sandi morse menjadi standar bagi telegraf yang ada di seluruh dunia. Meski demikian, menurut buku Panduan Pramuka Penggalang tulisan Agus S. Dani dan Budi Anwari, sandi ini baru dapat digunakan secara resmi secara internasional di tahun 1851.

Kini Sandi Morse pun semakin populer, bukan hanya dikalangan radio atau pun pramuka saja, namun umum digunakan untuk mengirimkan pesan rahasia.

Sandi yang terdiri dari titik dan strip ini bisa digunakan pada banyak cara, seperti dengan menggunakan peluit, tulisan, senter, atau pun dengan menggunakan bendera Morse.

Di dalam penggunaan sandi morse kalau dengan menggunakan peluit, maka peluit akan ditiup pendek dan juga panjang dengan perbandingan 1:3 ketukan.

Jika menggunakan semaphore, ini menggunakan bendera yang ada di kanan dan kiri tangan, nantinya setiap pergantian dari bendera akan menunjukkan pergantian huruf.

Nah, itulah sedikit bahasan mengenai sejarah dari kode morse dan juga bagaimana cara untuk menggunakannya. Semoga dengan artikel ini kita bisa lebih mengetahui mengenai sejarah yang ada di dunia.