Sejarah Kopi Hadir di Dunia, Penggemar Kopi Harus Tahu!

Sejarah kopi dikatakan dimulai di abad ke 9 pada Ethiopia. Tetapi, budidaya serta perdagangan kopi baru saja populer di abad ke 15 oleh pedagang Arab yang ada di Yaman.

Kopi lalu mencapai ke Eropa di abad ke 17 tetapi tak bisa tumbuh baik di sana. Bangsa – bangsa yang ada di Eropa lalu menggunakan daerah jajahannya demi membudidayakan tanaman kopi.

Indonesia yang saat itu diduduki oleh Belanda, mempunyai andil yang besar dalam sejarah serta persebaran jenis kopi didunia.

Sejarah kopi erat hubungannya dengan peradaban kaum muslim di jaman kekhalifahan. Peradaban muslim memiliki pengaruh yang sangat tinggi untuk perkembangan yang ada di peradaban dunia.

Mau untuk hal sains, budaya, teknologi, sastra, seni, sampai dengan kuliner. Budaya minum kopi ini merupakan salah satu dari hal tersebut.

Awalnya, tanaman kopi ditemukan pertama kali pada daratan Afrika tepatnya pada daerah yang merupakan bagian dari negara Ethiopia yaitu Abyssina.

Orang – orang Ethiopia mulai mengonsumsinya pada abad ke 9 dimana saat itu kopi masih belum dikenal luas pada dunia.

Biji kopi juga menjadi sesuatu yang komersial setelah dibawa oleh para pedagang Arab ke Yaman di pertengahan abad ke 15 lalu kopi menjadi populer pada minuman oleh para orang Muslim.

Istilah kopi juga lalu ada pada bahasa Arab yang dinamakan qahwah yang punya arti kekuatan. Dikarenakan peradabannya yang lebih maju dari Afrika, lalu Arab pun membbuat budidaya kopi mereka sendiri lalu mengekspornya ke seluruh dunia.

Masyarakat muslim lalu menyebar luaskan kopi dari Pelabuhan Mocha, Yaman. Dari literature sejarah yang dipunyai oleh kopi, lalu minuman ini pernah jadi komoditas utama dari sejarah Islam.

Minuman kopi ini sangat populer pada kalangan peziarah kota Mekah walaupun beberapa kali dinyatakan menjadi minuman yang terlarang.

Untuk para peziarah, mereka meminumnya demi mengusir kantuk serta tetap terjaga di saat mereka beribadah malam.

Di masa kekhalifahan Turki Utsmani pada abad ke 15 lalu kopi jadi salah satu sajian utama pada setiap perayaan.

Dari Turki inilah, minuman pahit yang punya warna hitam kecoklatan ini lalu mulai dikenal serta sampai disukai oleh para masyarakat di Eropa.

Bedanya budaya serta bahasa membuat bangsa Turki menyebutkan qahwah menjadi kahveh. Dari sinilah lalu orang – orang Belanda mengenai serta menyebutnya Koffie.

Orang – orang Kristen Eropa lalu mengadopsi kebiasaan minum kopi dikarenakan erat kaitannya dikarenakan kemegahan serta kekayaan masyarakat Turki Ustmani.

Waktu itu, kopi arabika menjadi kopi primadona bahkan sampai menjadi minuman kelas menengah pada negara Inggris di tahun 1600 an.

Kopi lalu menjadi komunitas penting yang ada di dunia. Orang – orang yang ada di Eropa lalu mencoba membudidayakannya sendirian. Tetapi, sangat sering usaha itu gagal dikarenakan tanaman kopinya sendiri tak bisa tumbuh dengan baik di sana.

Karena itulah, kopi tidak bisa tumbuh dengan baik di negerinya. Beberapa negara yang ada di Eropa lalu membawa tanaman ini ke daerah yang lain. Tetapi biasanya mereka menjadikannya manfaat untuk negara koloni atau jajahannya.

Ada lebih dari 100 spesies kopi di dunia ini yang sampai sekarang sudah kita kenali. Namun, sebagian besar dari jenis kopi itu tak memiliki rasa yang enak atau hasil panennya kecil. Karena itulah hanya ada 3 jenis kopi yang jadi komoditas populer yang ada di dunia.

Yang pertama adalah Arabika dimana kopi ini didapatkan pada Ehiopia serta bangsa Arab disebar luaskan kepada penjuru dunia. Nama Arabika lalu dipakai karena adanya peran dari bangsa Arab saat menyebarluaskan biji kopi itu.

Lalu yang kedua adalah Robusta dimana kopi ini sangat populer dan lebih kuat serta tahan jika dibandingkan dengan gangguan hama jika dibandigkan dengan arabika karena kualitas buahnya lebih rendah.

Yang ketiga adalah Liberika yang sesuai dengan namanya kopi ini diketemukan pada negara Liberia. Beberapa orang memberikan tanggapan bahwa tanaman ini berasal dari daerah itu.