Awal Mula Gereja Kristen Yang Harus Kamu Tahu

50 hari sesudah kebangkitan Yesus atau sekitar 30 hingga 34 M gereja di mulai, berdasarkan janji Yesus bahwa ia akan mendirikan gerejanya.

Dengan kedatangan roh kudus di hari Pentakista, Gereja atau yang berarti kumpulan yang dipanggil untuk keluar di mulai secara resmi.

Di hari itu, sebanyak 3000 orang yang mengikuti khotbah Simon Petrus pun memilih untuk mengikuti Kristus dan dibaptis.

Orang – orang pertama yang tobat dan mengikuti ajaran Kekristenan merupakan orang – orang Yahudi penganud Yaudaisme dan gereja tersebut berpusat di Yerusalem.

Itulah kenapa, pada awalnya sejarah terbentuknya agama Kristen, kekristenan di anggap sebagai sekte Yahudi.

Namun isi kotbah para Rasul berbeda dengan apa yang di ajarkan di dalam kelompok – kelompok Yahudi lainnya.

Periode Gereja berikutnya di dalam sejarah agama Kristen di mulai semenjak pertobatan Kaisar Konstantinus I dan Kristen di jadikan sebagai agama resmi Romawi hingga mulainya abad Pertengahan saat Kaisar Romawi terakhir, Romulus Agustus di jatuhkan.

Periode ini pun berikutnya dalam sejarah agaka Kristen di mulai semenjak pertobatan Kaisar  Konstantinus I dan Kristen dijadikan sebagai agama resmi Romawi hingga mulainya Abad Pertengahan ketika Kaisar Romawi terakhir, Romulus Agustus dijatuhkan.

Periode ini berlangsung sekitar tahun 313 sampai 476 M saat Kepausan mulai berkembang, tidak ada penganiayaan sekejam masa lalu kepada para orang Kristen.

Pencampuran agama dan politik pun menjadi satu dan proses kanonisasi alkitab Bahasa Latin yang memuat sejarah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Gereja kemudian memasuki abad pertengahan yang di mulai semenjak akhir kekuasaan Kaisar Romawi Barat sampai saat Charlemagne di mahkotai menjadi Kaisar Eropa Barat, yaitu di tahun 476 – natal di tahun 800 M.

Gereja terutama Kepausan dalam periode ini mengalami kemunduran moral karena pada Paus di paksa untuk terlibat pada politik yang semakin dalam, seringkali politik kotor dan harus mengikuti Kekaisaran Romawi Timur dan juga pemerintahan bangsa barbar di Barat.

Walaupun kebanyakan orang Kristen di masa ini bermukim pada Asia Minor namun penyebaran Injil terus di lakukan ke berbagai pelosok Eropa yang mempengaruhi sejarah Abad pertengahan.

Gereja Katholik Roma juga terus memegang kekuasaan dengan Paus yang berkuasa serta hidup seperti Raja.

Korupsi di dalam lingkungan gereja menjadi hal yang sangat umum. Sejak tahun 1095 hingga 1204 para Paus pun mendukung serangkaian peristiwa perang Salib yang mahal dan berdarah – darah untuk mengusir kaum Muslim dan membebaskan Yerusalem.

Periode berikutnya terjadi sejak pentahbisan Karel Agung sebagai Kaisar Eropa Barat sampai kejatuhan Kekaisaran Romawi Timur, ketika Konstantinopel direbut oleh Turki pada 1453 dan terjadinya Reformasi Protestan sekitar tahun 800 – 1500.